Iskan Detia . 24 . Bandung . Indonesia . Tex Engineer . Crafter . Writer . Painter . Daughter . Lover . Professional dreamer . Traveler .

Welcome, am glad you are here. I mostly share my daily stories, wishes, hopes, dreams and my passions for art, craft, traveling, baking, writing and photography, also my interest in postcards, fashion and culinary adventure. Enjoy!
Background Illustrations provided by: http://edison.rutgers.edu/

Celebrity Nowadays

Semakin kesini semakin banyak aja ya kayanya selebritas yang makin eksis di jagat hiburan Indonesia, ehm bahasanya :p hehe.

Eh tapi memang iya kan yah? Setiap hari pasti ada aja berita seleb terbaru, ditambah lagi sama tayangan infotainment yang sehari bisa sampe 3 kali tayang hampir di semua stasiun TV, udah kaya makan aja yah, sehari 3 kali, haha…

Sesering apa sih kalian nonton infotainment? Dan sejauh apa kalian tahu tentang berita selebritas Indonesia? Kalau aku pribadi sekarang mengurangi jumlah tontonan yang satu ini, jadi kalau diajak ngobrol tentang gosip terkini, aku pasti geleng-geleng kepala, haha, karena memang aku berniat untuk mengurangi jumlah tontonan yang satu ini dan sejauh ini, bisa dibilang cukup berhasil.

Kenapa nggak mau nonton gosip? Kan seru, jadi tahu berita terbaru tentang selebritas yang terbaru, dsb dsb, iya sih memang tapi sampai sekarang, coba deh diingat-ingat lagi, sebanyak apa tayangan tentang selebritas kita yang memang bener-bener berbobot, dalam artian banyak memberi inspirasi positif buat kita? Ada? Hmmm, seberapa banyak? 

Seingat yang aku tahu, kebanyakan berita seleb itu kalau nggak tentang perceraian yang perselingkuhan, atau si anu yang sedang digosipkan dengan si anu, si anu yang pisah ranjang sama suaminya dan yang kemarin-kemarin lagi hangat sih seleb yang kesandung kasus pencucian uang, eh bener kan? Haha, aku sendiri sih pusing liatnya.

Pusing soalnya jadinya suudzon terus sama mereka, orang yang bahkan aku cuman tahu sebatas dilayar kaca doang dan itu pun aku kenal mereka karena tayangan negatif tentang mereka, bukan karena prestasi mereka di dunia hiburan dan anehnya kenapa kok orang-orang sekarang, ya para ‘seleb’ ini nggak malu gitu ngumbar-ngumbar aib mereka dan aib mereka lebar-lebar, didepan media dan dilihat banyak orang, hmmm :( kalau yang lihatnya anak kecil atau remaja gimana? :( kasihan kan, belum kapasitas mereka buat mengkonsumsi bahasan seperti itu.

Entah akunya yang berlebihan atau media jaman sekarang yang melebih-lebihkan, selain acara mengumbar-umbar aib tadi, banyak juga tayangan seleb yang seolah-olah selalu ingin tampil dan pamer. Flu dikit masuk TV, baru beli sepatu yang harganya Rp. 3 juta masuk TV, baru liburan dari negeri tetangga masuk TV, dan masih banyak lagi.

Kadang ada berita mereka yang sedikit mendingan, tapi tetep aja ada unsur ingin meraih popularitasnya, misalnya mereka yang syukuran lantas mengundang anak-anak panti ditambah sama gosip-gosip sekitar yang bilangnya pesta mereka itu ngabisin sekian M lantas dibantahlah oleh sang seleb, hmmm. 

Ya bagus sih, kalau kaya gitu jadinya bisa ditiru oleh penonton, secara nggak langsung kan bisa buat penonton juga ingin melakukan hal yang sama, berbagi untuk sesama, tapi, kalau untuk hal yang seperti itu kayanya nggak usah lah yah ngundang-ngundang media biar bisa dilihat orang banyak, nggak semua orang bisa menerima hal itu. 

Boleh lah beramal, bagus malahan tapi kalau sampai beritanya dibumbui gosip-gosip uang yang habis sampai sekian M gitu, apa sebenernya yang diinginkan dari berita itu sendiri? Ingin orang lain tahu seberapa banyak rupiah yang dikeluarin buat amal gitu? Seberapa miliar yang dihabisin buat kebaikan? Ingin disebut generous? Ingin disebut keren? Ingin sekedar masuk TV? Eh tuh kan suudzon :(

Menurut aku pribadi kalau untuk masalah seperti yang aku sebut diatas, cukuplah hanya kita tahu, yang namanya amal kan mau sedikit atau banyak pastilah dicatat sama Allah, nggak usah juga amalnya jadi ingin dilihat orang lain nanti jatuhnya riya, bukannya jadi pahala nanti malahan jadi dosa, tambah lagi dosa orang-orang yang lihat dan jadi berpikiran yang suudzon, itu kan kurang baik.

Kalau ingin dicap sebagai seleb yang baik ya buatlah prestasi, jangan cuman bisa umbar sensasi atau paha sana sini #eh. Terus berkarya dan perkaya kualitas. Kalau memang dari awal niat jadi selebritas karena suka dengan pekerjaan itu dan karena memang ingin berkarya, pasti deh lambat laun bisa dapat popularitas yang diinginkan in positive ways even. Kalau dari awal niatnya cuman pengen terkenal dan masuk TV, jadinya dikenal orang karena pernah jadi selingkuhannya si anu, nggak akan lama, orang lama-lama bosen and soon, people will forget your name dan tag yang melekat dinama kamu is not a good one.

Menurut aku popularitas yang didapat karena hasil kerja keras dan motivasi untuk terus memberikan yang terbaik bakalan berlangsung lama, beda lagi dengan popularitas yang didapat secara instan dengan mengumbar aib seseorang atau malahan diri sendiri dan seleb seperti itu semakin kemari kayanya semakin langka.

Jadi intinya, be smart viewers. Jadilah penonton yang bijak dalam menentukan pilihan tontonan, terutama untuk anak-anak kecil dan remaja, bisalah didampingi, supaya efek negatif dari tayangan seperti itu nggak langsung dicerna mereka dan seolah-olah bisa mereka tiru begitu saja. 

Nggak apa-apa sih nonton gosip tapi mungkin agak sedikit dikurangi, aku pribadi setelah memutuskan buat ngurangin nonton gosip, alhamdulillah banyak waktu lebih yang aku pakai buat ngelakuin hal lain yang lebih positif dan sejauh ini aku jadi semakin jarang berpikiran negatif tentang orang lain, hehe.

Banyak kok tayangan alternatif yang lebih bermanfaat dan sekarang disalah satu stasiun TV malahan ada berita dunia hiburan yang tayangannya itu harus bebas dari gosip dan berdasarkan fakta, that’s better. 

Kalau masih tetep pengen nonton gosip karena kebetulan pas nyalain TV pas infotainment lagi tayang atau karena greget sih ya silahkan aja, kembali lagi ke keinginan masing-masing, tapi jadilah penonton pintar yang bisa menyaring informasi, jadinya jangan langsung ditelan bulat-bulat informasi yang ada dan janganlah perbuatan-perbuatan seleb yang kurang baik itu ditiru dan ambil aja sisi positifnya dari kehidupan mereka yang diekspos media itu dan hindarkan anak-anak dari tontonan seperti itu, kalau remaja ya kasih bimbingan saat nonton.

Gimana? Let’s be a smart viewer from now on.

Do You Speak English?

Suatu hari aku baca tweet salah seorang teman sekampus, yang intinya adalah mengenai pendapat dia yang kurang mengerti kenapa orang Indonesia lebih bangga berbahasa asing (khususnya Inggris) daripada berbahasa Indonesia.

Pendapat dia ada betulnya juga menurut aku, tapi aku sendiri nggak sepenuhnya setuju, kenapa? Karena menurut aku, bisa berbahasa asing itu perlu dan bisa berbahasa Indonesia dan (atau) daerah itu penting. Jadi mau itu bahasa ibu kita atau bahasa asing, nggak ada salahnya kalau kita bisa menguasai semuanya, malahan bisa jadi nilai lebih dan keuntungan sendiri buat kita kan?

Aku bisa bilang begini karena memang ada unsur pengalaman pribadi, hehehe. Alhamdulillah berkesempatan buat tinggal dan sekolah di luar negeri selama 3 tahun membuat aku fasih dan lancar berbahasa Inggris, maaf bukannya mau berniat pamer atau sombong yah, hehe, tapi semua itu jadi punya nilai lebih tersendiri buat aku.

Let’s face it, ayo coba deh buka sedikit pikiran kita, di era persaingan global seperti sekarang ini kalau kita nggak mau ketinggalan kita harus punya banyak skill, termasuk ya itu tadi, kemampuan kita untuk berbahasa asing, terutama bahasa Inggris yang notabene jadi bahasa internasional.

Jangan mau kalah sama negara-negara tetangga kita yang jumlah penduduk mereka yang bisa berbahasa Inggris jauh lebih banyak daripada kita and fyi nih, mau nggak mau atau suka nggak suka kita sendiri juga tahu kalau bahasa Inggris sudah sangat mendominasi dalam semua aspek komunikasi dan kehidupan sehari-hari, contohnya, pendidikan, teknologi, politik, perdagangan dan lain sebagainya, ya kan? 

Kebanyakan devices instructions atau petunjuk pemakaian suatu barang (yang kebanyakan elektronik) memakai bahasa Inggris, banyak perusahaan yang menginginkan pekerjanya bisa berbahasa Inggris minimal pasif, ditambah lagi dengan banyaknya perusahaan asing yang tertarik untuk membuka cabang perusahaan di Indonesia yang artinya bakal banyak bule yang tinggal disini, plus semakin banyaknya turis asing yang berkunjung ke Indonesia, naaah …

Masih berpikir kalau bisa bahasa asing itu nggak penting? Aduh, kalau misalnya jawabannya iya, terlaluuu *ala Bang Oma*

Ayo deh mulai sekarang kita belajar sedikit-sedikit buat lebih membuka pikiran kita dan menerima juga menyesuaikan diri dengan perkembangan yang ada, salah satunya adalah ya itu tadi, kemauan kita untuk belajar bahasa asing, Inggris tepatnya. 

Banyak lho keuntungan yang bisa kita dapatkan kalau misalnya kita mampu berbahasa asing, diantaranya …

  • Lebih pede

Nggak usah harap-harap cemas lagi kalau misalnya mau ada ujian bahasa Inggris di sekolah atau dikampus, nggak usah takut lagi nilai kita jelek karena kita tahu kalau kita mampu. Nggak akan jadinya ‘euuu aaa euuu’ kalau misalnya di jalan ketemu bule yang nyasar dan nyari alamat. See what I mean?

  • Punya nilai lebih

Ini udah jelas, punya nilai lebih artinya, kita jadi punya poin plus dimata orang lain yang otomatis jadi pertimbangan mereka untuk mengikut sertakan kita dalam suatu hal atau kegiatan, seperti misalnya kerjaan tertentu, untuk ikut perlombaan mungkin dan lain-lain. Tentunya orang yang memiliki skill tertentu akan diingat terlebih dahulu, ya kan?

  • Punya lebih banyak kesempatan

Kesempatan untuk bisa mendapatkan pekerjaan yang bagus di suatu perusahaan multinasional misalnya, atau kesempatan untuk bisa mendapatkan beasiswa untuk kuliah ke luar negeri, berkesempatan mewawancarai penyanyi idaman tanpa perantara penerjemah dan tanpa ada rasa kurang pede, gimana? :D

  • Punya lebih banyak pilihan

Pilihan dalam hal menentukan perusahaan dimana kita ingin bekerja, kampus dimana kita ingin berkuliah dan malahan bisa juga jodoh, haha, eh siapa yang tahu kan kita berjodoh sama bule :p istilahnya kita jadi nggak membatasi pilihan kita karena kekurangan kita dalam berbahasa itu. Contohnya gini, mau masuk ke perusahaan ternama eh tapi mereka cuman nerima pelamar yang nilai TOEFLnya diatas 500 misal, eh jadi kita mundur gara-gara nilai kita masih 400an padahal spesifikasi lain dari perusahaan itu kita udah oke, nah begitu.

  • Punya lebih banyak kemudahan

Kemudahan dalam berkomunikasi dengan banyak orang dari berbagai bangsa dan negara, kemudahan dalam bepergian keluar negeri, kemudahan dalam hal pekerjaan, kemudahan dalam belajar juga. Banyak perusahaan yang sering berinteraksi dan punya klien dari luar negeri, hal membuat mereka harus banyak berinteraksi dengan para klien mereka itu dan bahasa pengantarnya apalagi kalau bukan bahasa Inggris, dan sekarang kebanyak job descripstions para pekerjanya juga dalam bahasa Inggris, kalau kemampuan kita masih minim, siap-siap buat duduk termenung dan mikir ‘kenapa dulu nggak belajar bahasa Inggris yah?’, dan untuk para mahasiswa tugas akhir, banyak sumber untuk isi skripsi juga berbahasa Inggris, entah itu textbook atau jurnal dll, kalau kita bisa sendiri, kita nggak usah repot kan cari jasa penerjemah, ya kecuali kalau kitanya males :p atau yang lebih berhubungan dengan keseharian misalnya, ada konsumen dari luar yang pengen beli barang kita, kita jadi lebih mudah berkomunikasi dan tawar menawar dengan mereka, atau kita yang nggak usah jadi keriting gara-gara kesusahan baca petunjuk pemakaian di oven yang baru kita beli, ya kan ya kan?

  • Bisa lebih banyak membantu

Membantu orang atau teman kita yang kesusahan mengerjakan tugas misalnya atau membantu bule yang nyasar nyari tempat makan di daerah kita atau yang lebih berdampak besar lagi, hmmm yah walaupun nggak langsung, yaitu kita bisa membantu Indonesia membangun citra baik dimata dunia. Kalau semakin banyak orang Indonesia yang pandai berbahasa Inggris, artinya turis-turis asing juga nggak akan merasa kesulitan untuk datang ke Indonesia, mereka bisa bebas berkomunikasi dengan orang-orang lokal, ada kemungkinan mereka akan pulang negaranya masing-masing dan membicarakan hal ini ke teman-teman mereka dan mereka tentunya akan kembali ke negara kita, secara nggak langsung kita udah bantu promosi pariwisata kita. Satu lagi, kalau semakin banyak orang Indonesia yang kompeten, artinya semakin besar juga kesempatan Indonesia untuk bisa maju lebih pesat lagi dan bersaing di era global seperti sekarang, semakin besar juga kesempatan kita untuk diperhitungkan.

Gimana? Sebetulnya masih banyak keuntungan yang bisa kita dapatkan, selebihnya yah silahkan dipikirkan sendiri, hehe, yang diatas itu aku tulis berdasarkan pengalaman sendiri :) 

Tapi jangan jadi salah pikir, kalau aku terlalu membangga-banggakan bahasa orang atau bla bla bla, nggak lah… Setiap hari aku bicara bahasa Indonesia dan malah dirumah aku bicara bahasa Sunda halus dengan orang tua, tetangga dan saudara-saudara, jadi fasih bahasa asing nggak jadi alasan buat aku untuk nggak bangga pake bahasa sendiri setiap hari. 

Gimana? Setuju dengan pemikiran aku yang sederhana ini? Ayo jangan malas untuk belajar bahasa asing, ya minimal bahasa Inggris, menimba ilmu buat masa depan dan tentunya buat diri kita sendiri :) nggak akan rugi kok.

Kalau mikir terus-terusan bahasa Inggris itu susah, ya memang susah, nggak ada kayanya bahasa yang dipelajari sehari besoknya bakalan langsung bisa, hellooo! Tapi kalau mau bisa ya harus usaha, belajar setiap hari, bisa kursus bisa dari sekolah, dipraktekin setiap hari, latihan setiap hari dan jangan malu-malu, pede aja :D lama-lama pasti bisa karena biasa :) initnya dari niat dan usaha.

Beauty to Share Seminar by ITB

Jadi ceritanya pas hari Minggu kemarin tanggal 16 Maret aku barengan salah satu temen aku dan seorang temennya ikut seminar yang diadain sama ITB, ini penampakan posternya …

Gambar posternya diambil dari Twitter mereka @bts_itb

Seminar Beauty to Share, Brain, Beauty and Brave.

Awalnya aku nggak tahu ini tuh seminar tentang apa dan gimana aja entar acaranya, awalnya cuman diajakin sama temen aku itu, neneng Dewi, ya udah aja aku ikut, soalnya seminarnya gratis, terus dapet snack, lunch sama souvenir katanya, jadi ya udah deh, lumayan kan, hehe (nggak bisa denger gratisan dikit), ditambah lagi kemarin itu aku pengen ngisi weekend soalnya agak bosen kemarin-kemarin di rumah terus, eh kebetulan.

Langsung tukeran info sama Dewi, daftar, konfirmasi kehadiran (sempet deg-degan karena agak telat), dateng dan janjian di hari H walaupun agak telat gara-gara angkotnya mogok sampai akhirnya sampe ITB dan siap buat ikutan seminar, walaupun aku masih bingung waktu itu seminarnya tentang apa dan gimana, haha. Ternyata seminarnya itu tentang talkshow dan tes pendahuluan kerja PT. Paragon Industry and Technology, perusahaan yang bergerak di bidang kosmetik dll, semacam Wardah, Putri dll, tapi tetep disitu aku masih nggak tahu seminarnya tentang apa dan tesnya kaya gimana, haha. 

Ternyata pas sampe disana selain kita harus antri buat tanda tangan kehadiran, kita disambut sama goody bag pertama, yeaaay, I love goody bag! hahaha, kita dikasih satu buah map kuning dari Wardah (oh yah lupa, seminar ini disponsori sama didukung penuh sama Wardah ;) ) mapnya cantik, dalemnya ada isi beberapa buah kertas yang bisa kita isi, kita dikasih juga satu snack box terus satu buah gelang warna biru, waaah, niat banget yah ini panitia seminarnya, hehe, niat bikin kita yang ikutan seminar bahagia :))

Lanjut kita masuk kedalem dan milih tempat duduk, singkat cerita pas sesi pertama kita disuguhkan satu talkshow dari Bapak Salman Subakat, Marketing Director dari Wardah dan selama talkshow kita dikasih ilmu tentang bagaimana cara memasuki dunia kerja, kita banyak dikasih kiat-kiat dan tips-tips seputar dunia kerja, contohnya, apa kita harus S2 biar dapet posisi bagus di perusahaan, gimana cara beradaptasi di lingkungan kerja, dll, topiknya memang padat dan ilmunya banyak, ternyata nggak salah mutusin buat ikut seminar ini, walau awalnya cuman iseng ;) 

Sesi pertama selesai kita lantas istirahat untuk sholat dan makan siang, ah bahagianya makan siang gratis :D haha, singkatnya selesai makan siang di salah satu pojok rimbun di taman ITB kita pergi ke Salman buat sholat dan siap-siap buat sesi 2.

Nah sesi 2 dihabiskan buat tes pendahuluan kerja, kata teteh pembimbing kita sih katanya, kita yang dateng di seminar itu dari pagi termasuk one step ahead dari yang lain karena, buat kita yang niat buat kerja di PT Paragon dan dateng di seminar kemarin itu, udah nggak perlu lagi kirim CV dan diseleksi CVnya, jadi data kita pun langsung disimpen sama mereka, wow, lumayan juga sih buat aku, walaupun kayaknya kemungkinannya kecil buat masuk di perusahaan ini tapi lumayan jadi dapet pengalaman seputar psikotes, tes masuk kerja dan lain-lain, alhamdulillah.

Tesnya lumayan makan waktu dan melelahkan, tes pertama seputar psikotes biasa, ada masalah hitung-hitungan, mencocokan gambar , itu nggak masalah, tes kedua masalah wawancara tertulis, ini juga nggak masalah, cuman satu masalahnya itu, pulpen aku habis dan aku terpaksa pake pensil buat nulis :( dan nggak ada yang bisa dipinjemin :( naas :( nah tes ketiga ini yang bikin pusing, yap Pauline test.

Hmmm, buat kalian yang bertanya-tanya apa itu Pauline test, itu lho kertas super besar yang isinya angka semua, hampir mirip Kreplin test tapi cara pengerjaannya beda dan ini menguras tenaga dan otak banget, walaupun cuman tambah-tambah angka tapi luar biasa bikin capek :( dan aku bikin kesalahan pas diawal-awal isi lembar kerjanya, wah :( tapi yah nggak apa-apa, namanya juga usaha, hehe.

Ternyata acaranya molor dari jadwal, yang harusnya pulang jam 3:30 jadi jam 4:30 mundur satu jam dan si kesayangan yang aku minta buat jemput harus nunggu satu jam sambil kehujanan diluar, hehe.

Yaaah, setelah ngabisin waktu seharian ikutan seminar BTS kemarin itu, alhamdulillah aku dapet banyak hal, selain ilmu dan tips tentang masuk dunia kerja dll, aku juga dapet pengalaman baru tentang tes pendahuluan kerja dan tentunya yang paling bikin bahagia dapet lunch, snack and goody bag! hehe :)) jadi alhamdulillah buat hari Minggu kemarin :)

Photo yang aku ambil dari Twitter BTS, peserta seminar didominasi perempuan :D ini pasti diambil pas ngerjain Pauline test.

Mau tahu aku yang mana? Tuh yang pake baju oranye menyala :D

Ini penampakan goody bag yang dikasih buat peserta seminar …

Isinya, searah jarum jam … map kuning beserta kertas-kertas isi seminar didalamnya, paper bag tempat goodies bergambar Dewi Sandra, lookbook, mini notebook Paragon, voucher senilai Rp. 15.000, booklet tentang colour theraphy, gelang biru yang ada tulisannya “Brain, Beauty and Brave” “I am ready for my future”, lips gloss dan face wash, agenda super cantik :D dan yang terakhir pamflet rekrutmen kerja dari PT. Paragon, wooow, we were all spoiled! 

Jadi kesimpulannya, aku seneng dapet kesempatan dan ngabisin waktu buat ikut seminar ini, seneng karena waktu aku dihabisin untuk sesuatu yang berguna plus ilmu dan tips-tipsnya dan yang paling penting rejeki karena dapet semua freebies and goodies (penting!) alhamdulillah :D