Iskan Detia . 24 . Bandung . Indonesia . Tex Engineer . Crafter . Writer . Painter . Daughter . Lover . Professional dreamer . Traveler .

Welcome, am glad you are here. I mostly share my daily stories, wishes, hopes, dreams and my passions for art, craft, traveling, baking, writing and photography, also my interest in postcards, fashion and culinary adventure. Enjoy!
Background Illustrations provided by: http://edison.rutgers.edu/

Sew Your Own Rag Doll by Cath Kidston

Yesterday a postman came over and gave a thick package which my uncle from Cyprus sent me. Yes, it contained the book that I asked him to buy for me (my uncle is a darling) it is : Sew Your Own Rag Doll by Cath Kidston :)) 

Oooh, it was such a pleasure getting that package. I have always liked dolls and I have a goal to set up my own doll brand apart from the handmade craft brand that I have right now in the future, so I think in order to do that I have to prepare many things including learning how to make pattern and sew and then I discovered this book when I was surfing on the net a few months ago and since my uncle is coming to Indonesia in a few months from now and as usual he always asks me and my parents what do we want to get from him as gifts, I then had the idea to ask him to please buy me two of Cath Kidstons’s books that I wanted.

He said okay! But because the book store that used to sell English books in Paphos (the town where my uncle and his wife live) now closed and he hasn’t got the time to Nicosia to visit the book store that sells English books, he said he would get them for me and order them from Amazon. I said off course, no problem at all ;) who doesn’t like books for free? I do :p but then off course I have to wait.

He was going to order and send the books straight from Amazon US to my house here in Indonesia, but because of some reasons, he decided to send the books to Cyprus instead, then he would send the books to me from Cyprus when they arrive.

So he did and I got one of the books yesterday! Yesss! And the other one which is Make by Cath Kidston will be given to me later in September when he comes home here. Aaah it feels so lovely that I have such a caring and kind uncle :’)

Anyway, here is the cover of the book. The pic is taken from Google and I will take some pics later and show them here :)

The book is pretty good. It contains the patterns for the rag doll as well as some patterns for the outfits for the doll and as a bonus it has this sheet of fabric with some printing for us to try and sew our very own rag doll. Oooh I can’t wait to try ;)

Ah yes, if you are wondering why did I have to ask somebody else to buy the books for me is because, it is kinda hard to find a book store that sells English craft books like this one, mostly we have to buy them online here and the price of the books are mostly very expensive and not affordable for me to buy, let alone the very high rate shipping cost T.T and since my uncle asked me what I wanted him to buy for gifts, I asked him to give me those books. Win win ;)

Sooo, I still can feel the excitement until now ;) happiness comes from really simple things for me ;)

Thanks uncle :) I love you so much :))

25 Juni 2014

Jadi, kemarin itu di Bandung terjadi dua kebakaran dalam waktu yang nyaris bersamaan, satu lokasinya di Alun-alun Bandung, tepatnya di 
King’s Shopping Center dan satu lagi di sekitaran daerah Kopo, tepatnya di Bizzpark, nampaknya sih semacam kompleks perumahan.

Kaget banget pas tahu kalau King’s kebakaran dan kabarnya pemadaman kebakaran juga agak kesulitan buat memadamkan apinya, karena selain besar temperaturnya juga sampai mencapai 350 derajat, MashaAllah :(

Gimana nggak kaget, hari Senin minggu kemarin, aku sama Ibu sempet berkunjung kesana berdua, kebetulan ada yang perlu dibeli disekitaran Alun-alun dan kita juga sempat ke King’s sebentar karena Ibu butuh beli baju, sempet nengok ke lantai bawah bagian toko-toko penjual kain juga sebentar, eh seminggu kemudian, kemarin, King’s kebakaran dan sekarang udah jadi bangunan yang hangus aja. Sedih :(

Sedih juga karena jadi keingetan peristiwa kebakaran yang menimpa aku sama keluarga aku nyaris 5 tahun yang lalu.

Photo dari @infobandung

Iya jadi 5 tahun lalu, aku kedua orang tua aku sama almarhumah nenek aku kehilangan rumah kami karena musibah kebakaran, kejadiannya bulan Septmeber, lupa tanggalnya yang jelas sekitaran tanggal 20an.

Hari itu hari Kamis, aku tidur dikostan bareng dua temen aku, pagi-pagi aku selalu ditelepon sama entah Ibu atau Bapak aku, buat nanyain kabar dan lain-lain, hari itu pun seperti biasa aku angkat telepon aku yang bunyi pagi-pagi yang ternyata dari Ibu, aku masih lulungu atau istilahnya masih belum sadar betul karena kondisinya baru bangun tidur, aku nggak sangka ada apa-apa, karena waktu itu, suara Ibu tenang seperti biasanya, ngobrol-ngobrol sebentar lantas Ibu ngasih tahu aku kalau katanya rumah kita kebakaran kemarin.

Kebakaran? Aku kira bercanda. Ah si Ibu bercandanya nggak lucu. Eh tahunya, iya memang bener rumah kita kemarinnya kebakaran, habis, nggak bersisa. Jleeeb. 

Aku butuh waktu yang palingan cuman 2 menit buat mencerna itu semua, tapi berasa lama, lama banget. Karena aku nggak habis pikir. ah masa sih? Terakhir kesana baik-baik aja dan lagipula Ibu aku juga biasa-biasa aja pas ngomongin itu semua ke aku, nggak ada istilahnya suaranya bergetar apalagi nangis-nangis atau terisak-isak, nggak ada. Ibu aku sama sekali tenang. Apalagi waktu itu kondisinya masih pagi dan baru bangun, belum sepenuhnya sadar.

Tapi setelah aku tutup telepon barulah semua emosinya tumpah ruah, aku nangis-nangis dikasur, temen-temen aku yang masih tiduran juga pada nggak percaya pas aku sampein berita yang baru aku dapet dari Ibu aku itu, aku nangis sambil nutup muka nelungkup pake bantal sambil diusap-usap sama temen aku. Rasanya kaya liat petir di siang bolong.

Selanjutnya semuanya berasa nggak jelas. Aku lupa apa kejadiannya itu hari Kamis atau hari Jumat, tapi yang jelas, hari itu aku mutusin buat nggak kuliah, aku langsung mandi, ganti baju, beli sarapan dan mutusin buat pulang. 

Dinas kebersihan yang mulai membereskan sisa-sisa kebakaran King’s. Photo dari @infobandung 

Semuanya rasanya nggak jelas, mandi, ganti baju dll, kepala aku penuh sama pikiran-pikiran yang macem-macem, hati aku sedih luar biasa, emosi campur aduk. Aku banyak mikir ini dan itu. 

Walaupun begitu aku sedikit kebantu sama orang tua aku yang bersikap tenang di situasi yang seperti itu, sama kebantu juga sama temen-temen aku yang suportif. Mereka tanpa aku minta, mulai ngasih kabar ini ke temen-temen yang lain, salah satu dari mereka malahan mau nemenin aku pulang ke rumah dan juga muterin lagu Keluarga Cemara saat pikiran aku lagi goyang-goyang, haha, anyway.

Sehabis beli sarapan aku inget aku duduk diluar pintu kostan, megang plastik yang isinya sebungkus nasi kuning sambil melamun, terus dateng lah Ibu Sayang, Ibu Kost kesayangan yang waktu itu belum terlalu deket sama aku, Ibu Sayang bilang turut sedih dan ngasih tahu kalau yang namanya musibah nggak ada yang tahu dan lagipula dibalik musibah pasti ada hikmahnya, suatu hari apa yang hilang dari kita hari ini pasti akan keganti sama yang lebih. Aamiin, aamiin ya Allah.

Singkat cerita aku milih bolos. Karena kata Bapak aku, aku harus pulang naek kereta berangkatlah kita dari kostan didaerah Cicadas ke Stasiun Kereta Api Kiara Condong, ditemenin sama Widya, temen kostan aku yang paling kecil, karena Fitri mutusin buat kuliah dan nyusul nanti. 

Dijalan, pikiran aku nggak fokus, aku terus-terusan mikirin macem-macem dan berusaha buat nahan tangis. Dari mulai dari angkot, didalam kereta sama pas naek ojek pun, perasaan aku nggak karuan, campur aduk, macem-macem. 

Aku mikirin semua barang-barang dan pakaian yang aku punya, aku mikir gimana nasibnya ijazah-ijazah aku, buku-buku aku dll. Semuanya pasti habis, karena rumah kita pun habis dan nggak bersisa. Aku mikir setelah ini gimana nasib keluarga aku, mau tinggal dimana kita. Pakaian yang Bapak aku punya juga cuman yang dipake, Ibu juga sama, walaupun aku masih ama karena ada pakaian dikostan, tapi yang lainnya gimana. Kebayang kan? 

Sesampainya di stasiun Haur Pugur aku dempet 3 sama temen aku naik ojek ke rumah lantas jalan dari rumah bibi aku ke tempat dimana lokasi ‘rumah’ aku dulu. Barulah disitu emosinya memuncak dan keluar semua. 

To be continued …